jump to navigation

Film “WAKIL RAKYAT” 5 April 2009

Posted by maskhuzam in Coretan.
Tags: , , ,
trackback

“WAKIL RAKYAT” sebuah alternatif film yang menawarkan nuansa baru ditengah pergulatan pesta demokrasi negara kita. “WAKIL RAKYAT” film bernuansa politik yang layak untuk ditonton. Berikut sedikit kutipan yang saya dapat dari Karisma Star Vision , pabrik produksi film ini :

Coblos dulu baru mikir…!??
Politik adalah sumber cerita yang tidak ada habisnya untuk digali. Di negara-negara yang kehidupan politiknya sudah maju hal ini sudah disadari sejak lama. Sejumlah film berlatar belakang politik bahkan mampu menjadi karya-karya terbaik di berbagai belahan dunia. Sayangnya, fenomena ini belum muncul di panggung perfilman tanah air.
Padahal jokes politik sangat banyak dan selalu bisa menghibur diantara hingar bingar kegiatan tersebut.

Kini, setelah kesadaran dan apresiasi pencinta film tanah air makin meningkat film berlatar politik dalam negeri menemukan momentum untuk maju ke depan. Bersamaan dengan datangnya Pemilihan Umum Nasional 2009 tema perpolitikan tanah air rasanya tambah relevan untuk dibahas. Karena disadari atau tidak politik adalah upaya manusia untuk hidup. Kenyataan di masyarakat menjelang pesta demokrasi terbesar bangsa ini menguatkan premis tema politik dalam balutan komedi yang diharapkan mengurangi ‘ketegangan’, menghibur sekaligus memberi pencerahan.

Bersamaan dengan saat di mana rakyat Indonesia bersiap menjalankan hak pilihnya, Starvision pada 2 April 2009 meluncurkan film yang berjudul WAKIL RAKYAT. Boleh dibilang sejak kebangkitan kembali perfilman tanah air di abad 21 ini, WAKIL RAKYAT produksi Starvision merupakan film bertema politik pertama di Indonesia.

WAKIL RAKYAT berangkat dari ide yang dicetuskan oleh Chand Parwez tentang realita sehari-hari bangsa ini. Melihat sepak terjang para wakil rakyat yang datang dari beragam latar belakang dan motivasi, Chand Parwez merasakan suatu kebutuhan untuk merenungkannya secara jenaka dalam tontonan sebuah film. Sehingga apabila di areal sekitar gedung tempat wakil rakyat memperjuangkan nasib rakyat penuh dengan penjual cermin, seyogyanya film ini juga jadi ‘cermin’ bagi calon wakil rakyat maupun yang memilihnya.

Ide tersebut kemudian memperoleh bentuk yang lebih konkrit setelah dibicarakannya dengan Monty Tiwa. Naluri komedis sutradara muda tersebut mampu menghidupkan kisah seorang pemuda sederhana bernama Bagyo yang secara kebetulan terseret ke dalam hiruk pikuk panggung politik nasional.

Perjalanan hidup Bagyo, yang diperankan oleh Tora Sudiro, di dunia politik menjadi tema sentral film WAKIL RAKYAT. Dalam skenario yang ditulis bersama-sama oleh Eric Tiwa dan Monty Tiwa si tokoh utama dibuat jatuh bangun menjalani realita yang tidak pernah diinginkannya.

Politik yang Berkemanusiaan
Demikianlah pesan yang dibawa WAKIL RAKYAT produksi Starvision bekerja sama dengan Moviesta Pictures. Dalam film ini digambarkan bagaimana rencana dan strategi politik yang hebat harus mendahulukan kepentingan sesama kita yang membutuhkan bantuan.

Kisah Bagyo (Tora Sudiro)  dimulai ketika ia dituduh mengacau acara rakernas sebuah partai besar pimpinan Zainuddin (Joe Project P). Karena insiden itu Bagyo harus kehilangan pekerjaannya. Musibah itu membuat rencana pernikahannya dengan Ani (Revalina S. Temat) terancam batal. Apa lagi Abdul (Jaja Mihardja), ayah Ani memang tidak menyukainya. Bagyo terpaksa harus mencari cara terbaik untuk mewujudkan impiannya bersanding dengan Ani.

Di tengah kesulitan itu musibah lain yang lebih besar datang menimpa Bagyo. Uang untuk ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri oleh sekawanan penjahat. Karena tidak tahan tekanan yang bertubi-tubi Bagyo jadi gelap mata. Ia pergi mencari orang-orang yang membawa kabur uangnya untuk menuntut balas.

Kebetulan para penjahat itu sedang merampok seorang artis terkenal bernama Atika (Wiwid Gunawan). Aksi itu gagal karena Bagyo tiba-tiba muncul dan langsung menghajar mereka hingga babak belur. Tanpa disengaja tindakan Bagyo membuat Atika luput dari bahaya. Kejadian itu pun berbuntut panjang.

Bagyo disanjung sebagai pahlawan. Ia dipuja-puji karena dianggap rela berkorban untuk menyelamatkan Atika yang tak berdaya. Kisah keberanian Bagyo menjadi berita besar. Namanya langsung jadi buah bibir di berbagai media nasional maupun daerah.

Ketenaran Bagyo lalu dimanfaatkan oleh sebuah partai politik papan atas untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Bagyo dirayu oleh sang ketua partai, Wibowo (Tarzan) dan asistennya Dani (Dwi Sasono) untuk bergabung demi merebut suara rakyat di daerah pemilihan yang penting. Bagyo yang terlena dengan statusnya sebagai figur publik menyambut tawaran partai tersebut dengan penuh keyakinan. Ditemani bekas anak buahnya yang bernama Jereng (Vincent Rompies) Ia pun berangkat untuk berkampanye di Wadasrejo, sebuah daerah terpencil yang rakyatnya hidup serba kekurangan.

Di sana, Bagyo yang tidak punya pengalaman politik apapun mengalami kesulitan untuk menarik perhatian. Ternyata masyarakat Wadasrejo tidak mengenal sosoknya sama sekali. Bagyo harus mencari akal untuk memperkenalkan diri dan menarik simpati warga desa terbelakang itu.

Ternyata Bagyo menemukan kenyataan lain yang lebih penting daripada nama besar dan popularitas. Masyarakat desa lebih tahu apa yang paling mereka butuhkan. Bagyo pun terjepit antara kepentingan partai atau menolong seorang wanita desa yang mengalami kesulitan saat akan melahirkan (Francine Roosenda). Bagyo yang buta politik harus memilih antara merebut perhatian rakyat banyak atau menolong seorang wanita lemah di tempat yang jauh dari keramaian.

Komedi tentang rakyat yang bertaburan bintang
Salah satu pencapaian Monty Tiwa yang disyukurinya dalam mengerjakan film WAKIL RAKYAT adalah susunan pemeran yang dimilikinya kali ini. Bintang-bintang papan atas seperti Tora Sudiro, Revalina S Temat, Wiwid Gunawan, Vincent Rompies, Dwi Sasono, Francine Roosenda, Tarzan, Jaja Mihardja, Debby Sahertian, Joe P Project, Gading Marten, Tessy, Marwoto, Eron Lebang, Mat Solar, Yati Pesek, Eddie Karsito, Harry Pantja, Clara Sinta, dan banyak lagi yang lainnya menyumbangkan kepiawaian mereka masing-masing untuk menghidupkan kisah tentang rakyat kebanyakan yang dekat maupun jauh dari gemerlap ibukota.

“Dengan susunan aktor yang begitu dahsyat, komedi dalam film ini datang seperti gelombang laut yang susul menyusul.” aku Monty Tiwa. Sebagian beban sang sutradara untuk menghidupkan unsur komedi dalam film WAKIL RAKYAT seolah lenyap oleh kemampuan nama-nama di atas.

Tapi, tidak berarti Monty Tiwa dan Moviesta Pictures bisa bersantai saat membuat film ini. Shooting berlangsung hampir 24 jam sehari selama sembilan hari shooting dalam periode waktu tujuh belas hari di tengah suasana libur tahun baru 2009. Bahkan, pada empat hari terakhir pengambilan gambar dilakukan di Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah terik matahari yang membakar juga hujan yang mengguyur hampir setiap saat.

Di tengah keadaan alam yang sulit dan jadwal shooting yang ketat kelelahan menjadi “musuh yang tidak mau pergi”, kenang Monty Tiwa. “Hanya sesekali tersisa waktu untuk tarik nafas.” Tapi, pengambilan gambar tetap berjalan hingga selesai sesuai waktu yang ditetapkan karena schedule ketat dari sekian aktornya. Untuk itu, Monty dan tim Moviesta Pictures harus menguras otak dan tenaga untuk mensiasati semua kesulitan yang muncul baik di Jakarta maupun di Bantul.

Obat yang mujarab untuk meringankan kelelahan kru dan pemain WAKIL RAKYAT ternyata datang dari film yang mereka buat sendiri. Seringkali materi cerita dan kualitas komedis para pemeran yang prima membuat semua yang ada di set terpingkal-pingkal. Seusai shooting Monty mengaku puas akan hasil kerja timnya kali ini. Ia yakin bahwa tema yang berbeda ditambah dengan kemampuan maksimal yang telah dikerahkan timnya akan membuat WAKIL RAKYAT lebih dari sekedar tontonan komedi biasa. WAKIL RAKYAT akan mengajak pencinta film Indonesia untuk merenung sekaligus menertawakan realita kehidupan politik bangsa ini.” pesan Monty.

Bintang WAKIL RAKYAT berkampanye!!
“Film WAKIL RAKYAT.. Bagus banget!! Where politic could be fun.. Hahahaha…
Mau liat Vincent disiksa? Harus nonton WAKIL RAKYAT!!! Bagai mimpi bisa bekerja sama dan bercanda ria dengan team ex srimulat yang tidak segan menceritakan pengalaman2nya dalam berkarya”
Tora Sudiro sebagai Bagyo

WAKIL RAKYAT menurut aku film yang bagus, mencerminkan keadaan bangsa Indonesia saat ini yang penuh intrik dalam mencapai sesuatu.  Aku seneng bisa main sama aktor favoritku, Tora Sudiro. Bisa jadi pacarnya pula di film WAKIL RAKYAT, lumayan bisa pelukan ama Tora. Heheh..
Ayah Jaja Miharja dan Mbak Debby Sahertian juga kocak banget. Pas banget disatuin jadi orang tua aku, karena bapak ibunya terlalu kocak, anaknya jadi kalem. Hehehehe…
Pak Parwez adalah Produser yang dashyat, baik banget. Mudah- mudahan abis ini aku dapet film baru lagi dari Starvision. :
Kalo Moviesta, hmm gmn ya.. ASIK ABIS!! Dari mulai Produser, Sutradara sampe semua crew GOKIL!!”
Revalina S Temat sebagai Ani

WAKIL RAKYAT okeh!! Baru kali ini menunggu shooting tak terasa karena terhibur oleh pagelaran Srimulat LIVE!!!
Monty Tiwa, salah seorang sutradara yang gua rasa punya dendam pribadi sama gua. Mengajak main film WAKIL RAKYAT untuk merusak mata gua, dengan membuat karakter Jereng yang harus gua mainkan 40 scene jereng!!! Whuaaaaa….
Tapi WAKIL RAKYAT ini mudah mudahan bisa membuka mata para wakil rakyat yang aslinya untuk bertindak benar, dan masyarakat juga bisa terinspirasi untuk menentukan wakil rakyatnya di PEMILU 2009 ini.”
Vincent Rompies sebagai Jereng

“Film WAKIL RAKYAT secara keseluruhan ceritanya bagus. Dari segi penyutradaraan juga bagus, karena Monty Tiwa mau menerima pendapat dari orang lain. Penanganannya bagus, rapi, dan juga cepat. Kerjasama dengan Starvision,  Monty Tiwa dan Moviesta seneng dan tidak nyusahin”
H. Jaja Miharja sebagai Abdul

“Cerita WAKIL RAKYAT komunikatif dengan situasi PEMILU sekarang ini. Wajib untuk ditonton oleh pemilih, hak pilih, ataupun golput. Monty Tiwa memberi kebebasan tapi tetap terarah”
Tarzan sebagai Wibowo

“Bermain di film WAKIL RAKYAT merupakan pengalaman yang sangat memuaskan bagi saya. Banyak hal yang baru saya alami. Saya bisa bermain dengan pemain- pemain senior yang ‘mempesona’ dan kocak. Bertemu lagi dengan Starvision dan Monty Tiwa beserta tim yang makin WOW. :”
Francine Roosenda sebagai Nanik

“Satu lagi dari Monty Tiwa. Film WAKIL RAKYAT, drama komedi yang sangat segar dan cerdas. Perfectly good!!
Scriptnya sangat kuat dalam menyampaikan pesan moral dan pas dalam pemilihan karakter pemain. Monty Tiwa luar biasa!! Good job Moviesta & Starvision!!”
Dwi Sasono sebagai Dani

“Wah seneng banget bisa ikutan main di WAKIL RAKYAT.. Kerjasama dengan semua orang- orang hebat!! Monty & the cast Tora Sudiro, Vincent , Dwi Sasono, dll.. Buat gua mereka memudahkan gua dalam berakting. Mereka membuat good mood setiap kali gua datang ke lokasi. WAKIL RAKYAT, film drama, politik (well at least nyindir politik) hahah and comedy (ga usah ditanya). Pemainnya sableng semua!!!
Guys, sebelum lo semua pada nyoblos pemilu, mendingan nonton WAKIL RAKYAT yang sudah pasti akan menghibur lo semua!!!”
Gading Marten sebagai Abimanyu

WAKIL RAKYAT sangat mencerminkan situasi sekarang. Siapapun dan dari manapun bisa menjadi orang yang dipercaya masyarakat sebagai WAKIL RAKYAT masyarakat, tanpa diskriminasi (seharusnya).
Dikemas dengan cara yang sangat mudah dicerna. Anyone can make it!!”
Eron Lebang sebagai Robby

Sinopsis

Karena melakukan kesalahan fatal pada acara rakernas sebuah partai besar Bagyo harus kehilangan pekerjaannya. Musibah itu membuat rencana pernikahannya dengan Ani terancam batal. Apa lagi Abdul, ayah Ani memang tidak menyukainya. Bagyo terpaksa harus mencari cara terbaik untuk mewujudkan impiannya bersanding dengan Ani.

Di tengah kesulitan itu musibah lain yang lebih besar datang menimpa Bagyo. Uang untuk ongkos orang tuanya datang melamar ke Jakarta dicuri oleh sekawanan penjahat. Karena tidak tahan tekanan yang bertubi-tubi Bagyo jadi gelap mata. Ia pergi mencari orang-orang yang membawa kabur uangnya untuk menuntut balas.

Kebetulan para penjahat itu sedang merampok seorang artis terkenal bernama Atika. Aksi itu gagal karena Bagyo tiba-tiba muncul dan langsung menghajar mereka hingga babak belur. Tanpa disengaja tindakan Bagyo membuat Atika luput dari bahaya. Kejadian itu pun berbuntut panjang.

Bagyo disanjung sebagai pahlawan. Ia dipuja-puji karena dianggap rela berkorban untuk menyelamatkan Atika yang tak berdaya. Kisah keberanian Bagyo menjadi berita besar. Namanya langsung jadi buah bibir di berbagai media nasional maupun daerah.

Ketenaran Bagyo lalu dimanfaatkan oleh sebuah partai politik papan atas untuk menggaet dukungan massa dalam pemilihan legislatif. Bagyo yang terlena dengan statusnya sebagai figur publik menyambut tawaran partai tersebut dengan penuh keyakinan. Ia pun berangkat untuk berkampanye di Wadasrejo, sebuah daerah terpencil yang rakyatnya hidup serba kekurangan.

Di sana, Bagyo yang tidak punya pengalaman politik apapun mengalami kesulitan untuk menarik perhatian. Ternyata masyarakat Wadasrejo tidak mengenal sosoknya sama sekali. Bagyo harus mencari akal untuk memperkenalkan diri dan menarik simpati warga desa terbelakang itu.

Ternyata Bagyo menemukan kenyataan lain yang lebih penting daripada nama besar dan popularitas. Masyarakat desa lebih tahu apa yang paling mereka butuhkan. Mereka lebih menghargai kejujuran dan ketulusan daripada kata-kata muluk yang diobral dalam sebuah kampanye politik.

STARVISION Presents

WAKIL RAKYAT

Casts

BAGYO TORA SUDIRO
ANI REVALINA S TEMAT
JERENG VINCENT ROMPIES
ATIKA WIWID GUNAWAN
DANI DWI SASONO
ABIMANYU GADING MARTEN
ABDUL JAJA MIHARDJA
NANIK FRANCINE ROOSENDA
SUPIR BAGYO
TESSY
ZAINUDIN JOE P PROJECT
WIBOWO TARZAN
PAK LURAH
MARWOTO
SAIJAH DEBBY SAHERTIAN
ROBY ERON LEBANG
SUPIR BAJAJ
MAT SOLAR
BU LURAH
CLARA SINTA
SANEM YATI PESEK
HOST HARRY PANTJA
WARTAWAN EDDY KARSITO

Crews

PRODUCTION PT KHARISMA STARVISION PLUS
DIRECTOR MONTY TIWA
LINE PRODUCER IKA MULIANA
D D PUTRANTO
CO PRODUCERS SUMARSONO
EXECUTIVE PRODUCER FIAZ SERVIA

BUSTAL NAWAWI
PRODUCER CHAND PARWEZ SERVIA
PRODUCTION DESIGNER MONTY TIWA
SUMARSONO
PRODUCTION MANAGER
ASAD AMAR
CO DIRECTOR IVANDER TEDJASUKMANA
COSTUME DESIGNER
NUNIK TRIANI
MAKE UP BY NOTJE TATIPATA
PHOTOGRAHER HORAS MANIHURUK
REZHA PN
CASTING BY MOVIESTA TALENT MANAGEMENT
SOUND DESIGNER ADITYAWAN SUSANTO

KANG KAHAR
DIRECTOR OF PHOTOGRAPHY FADJAR SOEBEKTI
ART DIRECTOR ANGGA ‘BOCHEL’ PRASETYO
EDITING SUPERVISOR CESA DAVID LUKMANSYAH
EDITOR BENJAMIN W TUBALAWONY
SOUND RECORDIST ADI MOLANA
ARMAN AR RANIRI
MUSIC SCORE BY ANDREY CHILLING
ADE BACHTIAR
STORY BY MONTY TIWA
SCREENPLAY BY ERIC TIWA
POSTER DESIGNER MICHAEL TJU

Komentar»

1. AlvienRizki - 19 Mei 2009

Tempat downloadnya di mana nie, sob ???

maskhuzam - 19 Mei 2009

mohon maaf tidak menyediakan. cuma review doank…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: