jump to navigation

E-ZAKAT, SEBAGAI STRATEGI PEMASARAN ZAKAT 13 April 2009

Posted by maskhuzam in Coretan.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

Sekarang ini, teknologi internet dan selular tidak menjadi barang yang mahal lagi. Melihat data, ada sekitar 10 juta masyarakat di Indonesia yang kini sudah menggunakan telepon selular sebagai media komunikasi dan sekitar 4 juta diantaranya sudah memanfaatkan layanan internet. Angka yang tidak sedikit, hal ini karena teknologi internet dan selular menawarkan kemudahan dan kecepatan akses informasi dan komunikasi. Oleh karenanya, teknologi ini telah menjadi ladang yang subur untuk mengembangkan bisnis dan memperluas jaringan, baik itu bisnis profit atau non-profit. Salah satu kisah sukses diantaranya adalah dunia perbankan yang sukses mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan teknologi ini, melalui produknya e-banking dan mobile-banking.

Melihat karakter masyarakat sekarang yang high tech dan melihat kesuskesan e-banking dan mobile-banking dalam memberikan kemudahan bagi nasabah perbankan dalam bertransaksi dan memanfaatkan fasilitas perbankan, seharusnya memberikan inspirasi bagi LAZ/BAZ untuk mengembangkan e-zakat sebagai upaya memberikan kemudahan pelayanan kepada para muzakki. e-zakat akan menjadi terobosan baru dalam dunia zakat di Indonesia dan menjadi titik revolusi pembayaran zakat dari cara pembayaran manual ke dalam bentuk e-payment.

Dalam membentuk suatu jaringan e-zakat yang sempurna dibutuhkan kerjasama dan profesionalitas dari semua lembaga, antara lain profesionalitas LAZ/BAZ itu sendiri dan dukungan dari internet service provider, cellular service provider, lembaga perbankan dan web and software developer. Profesionalitas amil zakat dibutuhkan untuk mendukung jaringan e-zakat yang sudah terbentuk. Tanpa profesionalitas amil zakat, kinerja e-zakat tidak akan maksimal. Kerjasama dari internet service provider, cellular service provider dan web and software developer diperlukan untuk membangun dan mengembangan jaringan e-zakat yang sempurna. Lembaga perbankan memegang peranan kunci dalam kesuksesan e-zakat, karena pembayaran zakat melalui e-zakat merupakan transaksi yang harus melibatkan pihak perbankan.

Layanan e-Zakat

Kemudahan yang ditawarkan e-zakat antara lain dalam bentuk online internet zakat, mobile-zakat, dan card-zakat. Pertama, online internet zakat. Melalui layanan online internet, layanan yang dapat digunakan antara lain; pembayaran zakat secara online dari website LAZ/BAZ yang bersangkutan atau melalui layanan online zakat dari website bank rekening muzakki. Layanan lain yang dapat digunakan yaitu pembayaran zakat online melalui ATM. Muzakki dapat menggunakan menu e-zakat dalam menu ATM untuk membayar zakat. Selanjutnya, pembayaran zakat via transfer dana dari mobile zakat counter atau dari pojok zakat yang tersedia di berbagai tempat yang strategis seperti pusat perbelanjaan atau perkantoran.
Kedua, mobile-zakat. Dengan fasilitas telepon selular, zakat dapat dibayarkan melalui menu mobile-zakat dan sms-zakat. Menu mobile zakat, merupakan menu yang telah disediakan dalam setiap layanan selular, sehingga ketika muzakki berniat membayarkan zakatnya, tinggal membuka menu yang ada di dalam telepon selular miliknya. Untuk sms-zakat, konsepnya sama dengan menu mobile zakat. Perbedaanya sms-zakat dilakukan secara manual. Muzakki mengirimkan sms yang berisi nama muzakki, rekening muzakki dan jumlah zakat yang dibayarkan ke zakat services number LAZ/BAZ. Ketiga, card-zakat. Dengan fasilitas ini, muzakki dapat membayar zakat melalui kartu debet/kredit yang dimilikinya.

Sistem pembayaran dalam online internet zakat, mobile-zakat, dan card-zakat ini adalah transfer dana dari rekening muzakki ke rekening LAZ/BAZ yang bersangkutan. Informasi yang dikirim muzakki melalui e-zakat akan masuk dalam server melalui gateway e-zakat. Selanjutnya, secara otomatis dana didalam rekening muzakki akan di-debet oleh bank jika muzakki melakukan pembayaran melalui fasilitas e-zakat. Dana tersebut kemudian dialihkan ke rekening LAZ/BAZ.

Kelebihan dan Kekurangan e-Zakat

e-zakat merupakan sistem jaringan yang menggunakan teknologi tinggi atau high tech, karenanya pembangunan e-zakat sebagai bentuk pemasaran zakat memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari e-zakat ini antara lain :
• Memberikan kemudahan kepada muzakki dalam pembayaran zakat, dibandingkan dengan pembayaran secara manual di kantor-kantor LAZ/BAZ.
• Menjadikan zakat lebih dekat dengan masyarakat, karena sistem pembayaran zakat kini menggunakan sistem yang mudah dan biasa digunakan masyarakat.
• Kinerja amil zakat, terlihat lebih profesional. Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja amil menjadi lebih tinggi.
• Antar cabang LAZ/BAZ dan mobile counter zakat kini dapat terhubung dalam satu jaringan online.

Sedangkan kekurangan dari e-zakat ini antara lain :
• Karena e-zakat menggunakan teknologi tingkat tinggi, pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk membangun jaringan e-zakat yang sempurna.
• Online internet zakat memanfaatkan fasilitas internet didalamnya. Perlu diketahui, kejahatan cybercrime telah banyak terjadi di internet, contohnya seperti carding, hacking, cracking, phising, defacing, spaming dan malware.

Kesimpulan dan Saran

e-zakat layak untuk dikembangkan sebagai upaya strategis pemasaran zakat. Karena e-zakat akan memberikan kemudahan bagi muzakki dalam membayarkan zakat. Disamping itu, e-zakat juga memiliki banyak keunggulan. Walaupun demikian, kekurangan e-zakat tetap perlu untuk diperhatikan, kekurangan-kekurangan itu merupakan resiko dan konsekuensi yang harus ditanggung dalam pengembangan sistem e-zakat. Sikap kehati-hatian masyarakat dibutuhkan dalam penggunaan fasilitas e-zakat ini. Selain itu, kerjasama dari berbagai pihak yang terkait juga dibutuhkan, selain untuk membangun sistem jaringan e-zakat yang sempurna tetapi juga untuk mengantisipasi resiko yang akan terjadi.

Komentar»

1. AlexAxe - 22 April 2009

Not sure that this is true:), but thanks for a post.

2. Praseyo - 28 November 2009

Saat ini banyak LAZ/BAZ menawarkan produk kemudahan dalam berzakat, tapi menurut pandangan saya belum satupun LAZ/BAZ yang menawarkan hasil akhir dari zakat tersebut. Sebagai contoh seorang Mustahiq yang dulunya menerima zakat akan menjadi Muzaqi, mungkin dengan program itulah zakat dapat menanggulangi kemiskinan yang ada dalam pendayagunaan pada bidang ekonomi, Brikanlah Kail, jangan Ikan Yang diberikan

maskhuzam - 2 Desember 2009

menurut hemat pribadi, saat ini masih dalam fase penyadaran… kesadaran masyarakat untuk berzakat melalui lembaga saat ini harusnya terus ditingkatkan… negara ini memiliki potensi zakat yang sangat besar.. namun masyrakat cenderung memilih cara berzakat yang tradisional… seandaninya hal itu telah terwujud, niscaya hal yang diharpkan seperti yang diutarakan anda pasti terealisasi… saya sepakat dengn pendapat anda kalau L/BAZ harunya memberikan zakat sebagai kail.. ini sudah terlaksana lho? sekarang sudah ada zakata produktif.. zakat tuk usaha.. bukan tuk dikonsumsi secara cuma2…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: